Euphoria Tahun Baru 2016

Fireworks
sumber foto : http://www.mirror.co.uk

Alhamdulillah akhirnya posting pertama jadi juga, dan di di awal tahun 2016. Karena awal tahun, postingnya ya ga jauh2 dari malam pergantian tahun. Semoga berkenan.

Mulai sore hari di tanggal 31 Desember 2015, postingan di media sosial mengenai ucapan selamat tahun baru diiringi foto bersama dengan teman2 kantor mulai merebak. Ibarat orang lagi jalan2, foto2 dulu sebelum jalan2.. dan foto2 juga nanti setelah sampai tujuan, begitu mungkin maksudnya. Kemudian dilanjutkan dengan posting mengenai aktivitas yang dilakukan menjelang penghujung hari di penghujung tahun itu.. ada yang makan2, ada yang belanja, ada yang memulai perjalanan liburan, dll. Pada jam 9 malam, bunyi petasan mulai “berkumandang”, cahaya kembang api mulai menghiasi langit kota. Semakin mengarah ke tengah malam pergantian tahun, semakin ramai suara kembang api bersahut-sahutan. Suara yang awalnya merupakan isyarat akan berakhirnya tahun telah berubah menjadi suara yang lumayan bising, bahkan di area perumahan sekalipun. Posting di media sosial masih tetap bertebaran, ucapan selamat tahun baru disertai foto2 kumpul2 dengan keluarga, tetangga, atau teman.. di sekitar rumah atau di tempat hiburan (agak ragu2 juga pas ngetik “tempat hiburan”.. tadinya mau ketik “tempat hiburan malam” tapi kayanya jadi agak2 gmanaa gitu..), sedang bakar jagung atau sedang memandang langit menikmati pesta kembang api, atau welfie bareng teman yang sudah “ngorok” dalam perjalanan panjang menuju tempat liburan. Posting terus “diupdate” hingga jam 2 pagi (setidaknya itu yang saya lihat di salah satu media sosial yang saya ikuti). Untuk euphoria tahun baru di tempat hiburan (seperti Ancol yang menjadi muster point acara tahun baru 2016) terus terang saya tidak tahu. Mungkin tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya: suasana macet karena massa kendaraan yang menuju ke satu tempat dalam waktu yang bersamaan, suara terompet dimana2, riuh orang2 yang bergembira menyambut pergantian tahun sambil menikmati pesta kembang api atau pertunjukan di panggung2 yang telah disediakan. Suasana yang meriah yang mungkin baru berakhir pada saat subuh menjelang. What a night.. 🙂

Saya (dan keluarga kecil saya), adalah salah satu orang yang tidak merayakan malam pergantian tahun. Buat saya, tidak ada yang istimewa dalam malam pergantian tahun.. malam yang sama seperti malam2 yang lain. Justru suara bising dari petasan agak mengkhawatirkan.. bisa2 si kecil jadi terbangun karena suara petasan itu. Dan saya yakin, rasa khawatir itu juga dimiliki seluruh keluarga yang punya bayi atau anak balita yang sedang lelap tertidur di rumah di malam tersebut. Saya adalah orang yang berpendapat bahwa alangkah baiknya jika uang yang dihambur-hamburkan untuk malam pergantian tahun dialihkan untuk berbagi dengan sesama (disumbangkan, atau digunakan untuk sesuatu yang dapat mensejahterakan orang2 yang kurang beruntung). Buat saya, kenangan euphoria malam pergantian tahun adalah kenangan yang semu, yang hanya bertahan mungkin setahun atau dua tahun lamanya. Saya adalah orang yang lebih memilih untuk berkumpul dengan keluarga dan menikmati malam bersama di dalam rumah, mendengarkan cerita2 dari tetua2, atau berbagi cerita dengan anak2. Saya… mungkin, bagi orang-orang yang merayakan malam pergantian tahun, dianggap sebagai orang yang oldfashioned.

Lalu, apakah saya bisa menyalahkan orang yang merayakan tahun baru? Sepertinya tidak bisa, karena faktanya akan selalu ada perayaan tahun baru. Akan selalu ada orang-orang yang berjiwa muda, yang mempunyai “energi” berlebih yang harus disalurkan dengan kegiatan untuk menghabiskan energi tersebut. Akan selalu ada orang-orang yang mempunyai rezeki berlebih yang ingin mereka hambur2kan dengan cara yang mereka yakin akan menguntungkan mereka. Saya juga pernah menginginkan “to be in their shoes” ketika umur saya di awal 20-an, walaupun hal itu tidak pernah saya realisasikan. Perayaan ini telah menjadi suatu budaya untuk kaum muda, bahkan untuk agama tertentu. Dan saya yakin, banyak di antara anda yang membaca posting ini (jika ada yang membaca posting ini hehehe..) yang turut merayakan malam pergantian tahun dengan cara yang saya ceritakan pada 2 paragraf sebelumnya, dan bahkan merayakannya dengan cara yang sederhana dan lebih bermakna. Dan jika anda bahagia, maka seharusnya saya juga turut berbahagia untuk anda.

Saya mungkin hanya dapat berharap untuk malam pergantian tahun berikutnya dapat dirayakan (bagi yang merayakan) secara lebih tertib dan lebih terkonsentrasi dengan baik. Silahkan bagi yang merayakan untuk berkumpul di tempat yang sudah disediakan. Biarkanlah anak-anak dapat tertidur lelap dan kami ikut menikmati terang benderangnya kembang api dari kejauhan. Dan saya yakin, akan ada masanya dimana kita akan lebih memilih memberikan waktu, tenaga dan rezeki kita untuk hal-hal yang lebih baik :).